Another Source

Friday, April 22, 2011

10 Robot Terbaik

Dapatkah Anda bayangkan robot untuk menggantikan kecerdasan manusia? Aku tidak bisa. Tapi robot bisa sangat baik membuat hidup kita lebih efisien. Teknis lapangan berhadapan dengan robot, yang disebut Mekatronika, telah membuat langkah raksasa dalam beberapa dekade terakhir dan kecanggihan robot yang luar biasa dan kecerdasan teknis sekarang sedang dikembangkan secara teratur. Mesin ini dapat melakukan tugas sehari-hari, retorika cerdas dan memiliki mobilitas luar biasa - meniru manusia di hampir segala hal.
Berikut adalah 10 robot inovatif yang mungkin menjadi pelopor dalam robot masa depan yang luar biasa dari masyarakat dan budaya.


1.Asimo
Asimo, kependekan dari Advanced Step dalam Mobilitas Inovatif, adalah robot humanoid yang dibuat oleh Honda. Berdiri pada 130 cm dan berat 54 kg. Dikembangkan pada tahun 2005, Asimo telah terus dioptimalkan dan ditingkatkan. Hari ini bisa berjalan, naik tangga, berlari dan juga mendorong objek seperti sebuah gerobak kelontong. Hal ini dapat mengenali obyek bergerak dan wajah, membedakan suara dan bertindak sesuai dengan lingkungan.




2. Rex
uga digambarkan sebagai "Beast of Burden Robot", Rex adalah robot cukup kuat untuk membawa beban sampai 400 lbs. Rex dirancang untuk situasi perang dan kombatan dapat membantu dengan memberikan dukungan logistik. Dirancang dan dikembangkan oleh perusahaan Israel yang disebut Israel Aircraft Industries (IAI), Rex dapat beroperasi hingga 72 jam dalam misi.

Thursday, April 21, 2011

Tourism Trenggalek-Damas Beach

Damas Beach Karanggandu village situated about 5 km on the western coast of Prigi. The beach is still not much developed, so that compared to other beaches in the district. watulimo visitors is still small. It has a black sand and rocks along the shore buffer, to reduce erosion. 

The waves calm, to be able to swim in comfort you need is a few hundred meters from the beach. Next to the beach there is housing residents, where you jga can find some small shops and stalls.

Tourism Trenggalek-Prigi Beach

Although the beach is also where the auction and fish processing, but the beach Prigi very long and has a unique beauty compared with the white sandy beach karanggongso. This beach has a yellow sand. Local Government of East Java has been developing this area as the largest fish auction place on the south coast of Java island. So that economic activity in the area even this increase.
Around the beach grow small shops, although the situation is still chaotic, but you who like to eat a typical Java will find it here. Some even offer a souvenir shop, in the form of the work of kerang. boat rentals are also available which will take you around the beach to enjoy the scenery around the beaches and cliffs from the sea.

Tourism Trenggalek-Karanggongso Beach

Karanggongso Beach is located 3 km from the coast Prigi famous for its white sand. Waves of this beach is relatively quiet, so it is suitable for swimming and bathing. Along the coast grows lush trees that add to the cool air on the beach during the day.

Right across the street along the beach are available a few small restaurants and stalls serving a variety of foods and beverages archipelago. Available coconut ice, a variety of seafood dishes, as well as various snacks typical Psychology.

send me email if you want visit there...:)

Tuesday, April 19, 2011

"Examen Cultus"Perlu Diberantas

Dengan porsi lebih besar, yaitu 60 persen, Ujian nasional (UN) menjadi salah satu faktor paling dominan dalam menentukan kelulusan siswa. Padahal, UN bukan sistem yang dirancang untuk mendukung siswa bermasalah dalam belajar.

Menekankan ujian sebagai penentu kelulusan siswa menyebabkan siswa-siswa yang memiliki masalah dalam belajar akan tertinggal jauh di belakang. Di Finlandia, sistem telah dirancang sedemikan rupa, sehingga permasalahan siswa dalam belajar bisa dideteksi sedini mungkin, bukan di akhir masa sekolah.

Saat siswa memiliki permasalahan dalam belajar, sistemnya mengatur agar siswa tersebut memperoleh dukungan sedini mungkin. Dukungan itu diberikan, misalnya, dengan adanya guru-guru khusus menangani siswa yang mempunyai learning difficulties (masalah dalam belajar). Untuk itu, assessment, apapun bentuknya, termasuk ujian, harus digunakan untuk membantu guru, sekolah, maupun pemerintah dalam memberi dukungan pada siswa.

Dukungan tersebut harus dilakukan selama proses pembelajaran di sekolah. UN diselenggarakan di akhir masa siswa sekolah. Maka, kalau ada siswa yang ternyata nilainya buruk, kapan akan memperbaikinya? Siapa yang membantu siswa memperbaikinya?

Daripada ujian yang begitu padat materinya di akhir tahun sekolah, tentu lebih baik dilakukan berbagai bentuk assessment sepanjang masa belajar. Assessment ini digunakan untuk mengetahui kekurangan siswa dalam belajar, baik itu siswa kurang dalam matematika atau di dalam bahasa Indonesia. Kalau pun kekurangan itu di bidang matematika, sekolah akan mengetahui letak kekurangan siswa. Setelah mengetahui permasalahan siswa secara spesifik, maka dengan mudahnya kita menentukan dukungan yang memang diperlukan siswa.
Nyatanya, sistem pendidikan kita memang belum memberikan dukungan memadai untuk membantu siswa yang kesulitan dalam belajar. Bahkan, pemerintah juga telah salah kaprah dalam memandang ujian lebih penting dibandingkan bentuk assessment lainnya. Ini sudah terbukti dengan adanya UN.

Sementara itu, banyak negara justeru sudah meninggalkan penentuan kelulusan siswa dengan ujian akhir. Di Swedia, misalnya, tidak ada ujian akhir sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. Ujian sejenis ini telah dihentikan sejak 1971 dan digantikan dengan assessment di sekolah (Black, 1998, h.140). Di Finlandia pun yang diminta untuk melakukan assement terhadap siswa adalah guru (OECD, 2011)4.

Proyek siswa
Berbeda dengan pemahaman sempit pemerintah Indonesia yang lebih menekankan assesment pada ujian, justru salah satu penekanan terbesar melakukan assessment terhadap siswa di Finlandia adalah melalui proyek. Proyek bisa berupa karya siswa, baik penelitian, merancang sebuah desain, dan sebagainya, yang bisa dikerjakan bersama-sama dalam satu tim dan lintas bidang studi.

Untuk menjalankan proyek-proyek tersebut, siswa harus mampu mengaplikasikan semua yang dipelajarinya di sekolah di dalam sebuah karya nyata. Ada begitu banyak variasi bentuk assessment termasuk tugas harian di sekolah, karya siswa, penelitian ilmiah, tulisan, proyek, laporan, dan sebagainya. Semuanya bisa digunakan untuk menilai siswa.

Assessment terhadap siswa sudah seharusnya tidak didominasi oleh ujian, apalagi untuk menentukan kelulusan. Maka, bisa dikatakan, banyak yang perlu dibenahi dalam sistem pendidikan di Indonesia. Pertama, harus ada evaluasi sistem pendidikan Indonesia secara keseluruhan.

Pemetaan pendidikan nasional harus segera dilakukan dan hasilnya harus dipublikasikan di depan publik sehaingga berbagai pihak bisa membantu menganalisanya. Hasil analisa ini bisa digunakan sebagai dasar untuk merancang berbagai program peningkatan kualitas pendidikan. Sistemlah yang perlu dievaluasi terlebih dahulu, sebelum mengevaluasi siswa.

Kedua, assessment terhadap siswa harus digunakan sedemikian rupa untuk memberikan dukungan siswa dalam belajar, membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Sistem pendidikan bukan untuk melabeli mereka dengan kata lulus atau tidak lulus.

Ketiga, kita memang harus mulai meninggalkan paradigma belajar yang menekankan pada ujian. Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, bahkan pernah mengatakan sebelumnya kepada kita sebagai generasi penerus saat ini dan nanti, bahwa, "Anak-anak dan pemuda-pemuda kita sukar dapat belajar dengan tenteram, karena dikejar-kejar oleh ujian yang sangat keras dalam tuntutannya. Mereka belajar tidak untuk perkembangan hidup kejiwaannya, sebaliknya mereka belajar untuk dapat nilai-nilai yang tinggi dalam raport sekolah atau untuk dapat ijazah. Dalam soal ini sebaliknyalah kita para pemimpin perguruan bersama-sama dengan Kementerian PP dan K mencari bagaimana caranya kita dapat memberantas penyakit "examen cultus" dan "diploma jacht" (mengkultuskan ijasah dan diploma)".
Penulis adalah Direktur Program Ikatan Guru Indonesia

Pelaku Cuci Otak Malang


Jumlah mahasiswa di Malang, Jawa Timur, yang
didoktrin untuk tidak percaya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia mencapai 15 orang. Para korban wajib percaya pada Negara Islam.

"Dari hasil pengakuan para korban, baik korban yang tahun 2008 lalu dan korban yang direkrut pada 2011 ini, otaknya sudah didoktrin untuk tidak percaya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi harus percaya pada Negara Islam," kata Nasrullah kepala humas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Jawa Timur, Selasa (19/4/2011).
Istilah yang mereka pakai bukan hanya Negara Islam, melainkan juga sering disebut "Negara Karunia". "Kalau menjadi warga NKRI itu katanya kafir. Bisa Islam dan langsung masuk surga kalau jadi warga Negara Islam," ujarnya.

Yang aneh menurut Nasrulah, diskusi dilakukan di mal, seperti di Malang Olympic Garden (MOG) dan MATOS. Penampilan para pelaku "cuci otak" itu pun tak seperti aktivis gerakan Islam radikal pada umumnya.
"Penampilan para pengajaknya tidak seperti wajah-wajah beraliran keras. Inilah yang hingga kini masih menjadi tanda tanya, apakah hanya penipuan dengan modus agama atau memang mengajak untuk anti-NKRI," katanya.

Menurut Nasrullah, dua versi itu masih terus dikaji oleh pihak UMM. "Tetapi yang santer dari pengakuan korban bukan hanya murni penipuan bermodus agama. Otak korban itu sudah dipengaruhi radikalisasi Islam," katanya.

Sementara itu, menurut pengakuan M Hanif, salah satu korban yang tidak sampai dibaiat di Jakarta, yang menjadi bahasan dalam setiap diskusi yang sudah belangsung selama berkali-kali tersebut memang Negara Islam.

"Kami dibuat tidak percaya kepada NKRI. Adam dan Fikri itu selalu menyampaikan karut-marutnya bangsa Indonesia. Agar keluar dari permasalahan karut marutnya bangsa ini, harus hijrah keluar dari NKRI dan pindah menjadi warga Negara Islam atau Negara Karunia," ceritanya, Selasa.
Hanif mengaku, kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa baru yang belum banyak tahu soal keagamaan. Kebanyakan korban merupakan mahasiswa baru dari Jurusan Teknik.

"Awalnya saya sudah yakin terhadap Negara Islam itu karena ke depan ini akan datang pembaharu Islam yang akan mengubah NKRI menjadi Negara Islam," urai mahasiswa yang masih berumur 19 tahun ini.
Hanif juga mengatakan bahwa yang membuat dia tertarik mengikuti diskusi adalah pembeberan mengenai masalah bangsa yang sampai saat ini dinilai gagal. "Solusinya adalah Negara Islam, yang bisa mendamaikan negara," katanya.

Kapolresta Malang AKBP Agus Salim saat dihubungi mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dan penyelidikan terkait kasus pencucian otak kepada mahasiswa UMM dan Universitas Brawijaya Malang itu.

"Saat ini kami sudah menurunkan tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut karena sudah meresahkan banyak orang dan para korban ditipu puluhan juta dengan alasan digunakan biaya baiat ke Jakarta," ungkapnya.
Malang, 20 April 2011@kompas.com

Nyontek UN 2011

Aksi contek-contekan dan penggunaan telepon seluler secara bebas mewarnai pelaksanaan ujian nasional (UN) hari kedua, Selasa (19/4/2011), di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Meski peserta dilarang membawa kalkulator, ponsel, dan sejenisnya, sejumlah peserta UN di wilayah tersebut masih kedapatan membawa dan bahkan membuka-buka ponsel di tengah berlangsungnya UN itu.

Anehnya, wartawan yang meliput "kecurangan" tersebut justru diusir pengawas UN tanpa alasan jelas. Padahal, para wartawan hanya mengambil gambar dari luar ruangan melalui jendela tanpa diketahui para peserta ujian.

Pantauan Kompas.com, UN di sejumlah sekolah di Polewali memang diwarnai saling mencontek antarsiswa di depan pengawas ujian itu sendiri. Bahkan, para siswa juga tampak bebas memakai ponsel dan membuka-buka short messages service (SMS) di tengah berlangsungnya UN. Diduga, ponsel di tangan siswa tersebut sudah berisi jawaban soal.

Dua peserta UN terlihat dengan bebasnya kasak-kusuk mencari jawaban. Saat tertangkap kamera, buru-buru para siswa itu tampak serius menjawab soal. Ada juga seorang siswa yang kedapatan sedang membuka-buka ponsel dan perlahan menyalin catatan yang diduga berisi kunci jawaban.

Ironisnya lagi, pengawas bukan menegur aksi kecurangan tersebut justeru malah menghalang-halangi wartawan yang ingin mengambil gambar. Salah satu pengawas di SMAN 2 Polewali mandar ini, dengan wajah ketus, mengusir wartawan agar tidak mengambil gambar.

"Apa ini ambil-ambil gambar tidak minta izin," ujar pengawas itu dengan wajah kesal.

Sang pengawas lantas marah dan mengusir wartawan yang sedang mengabadikan kecurangan para peserta ujian, termasuk merekam bebasnya siswa membuka-buka ponsel di tengah berlangsungnya UN. Sementara itu, sejumlah pengawas di ruangan lain langsung mengamankan tas para siswa di atas meja agar tidak tertangkap kamera
from:POLIWALIMANDAR:KOMPASCOM